Aliran Rasa

Huwaaaa, tantangan terakhir! Mellow plus mengharu biru plus ngos-ngosan, plus lega. Tidak lain dan tidak bukan karena Enes sang deadliner yang tidak pernah mendapat badge selain lulus ini akhirnya berhasil lulus hahahhaa.

Sebetulnya dibandingkan dengan tantangan sebelum-sebelumnya, tantangan kali ini tidak terlalu sulit, skala 10 dia 4 lah ya, kalau yang lainnya 5 ke atas hahhaa. Tapi tetep aja, untuk konsisten itu loh, butuh deg-degan setengah mati.

Alhamdulillah sudah selesai, sekarang mari melangkah ke tahapan selanjutnya 🙂

Apresiasi Tulisan Teman

Ceritanya random blogwalking di beberapa tugas peserta bunsay yang sekelas kali ini. Ketemulah blog milik mbak Citra. Btw, aku dan mbak Citra ini belum pernah ketemu, cuma kenal dari kelas WA Bunsay aja, dan belum pernah ngobrol langsung (japrian gitu) deh kayaknya. Tapi dari grup itu aku merasa mbak Citra ini pribadi yang menarik sekali, baik dari personality maupun cara berpikir.

Mainlah aku ke blog mbak Citra di https://citranggitablog.wordpress.com/2019/09/11/game-lvl-12-day-4-nike-run-club/. Wah lengkap banget reviewnya, mulai dari sejarah sampe bagaimana akhirnya mbak Citra memilih aplikasi itu.

Banyak belajar dari mahasiswi-mahasiswi di IIP Bunsay kali ini. Dan alhamdulillah, sepertinya saya akan lulus bunsay kali ini, hahahaha jadi tidak ada yang keempat. Lumayan ngos-ngosan euy, nanti diceritain ya di aliran rasa 😀

Keluarga Multimedia #7

Siapa sih yang di era ini belum pernah ikut kelas online sama sekali, minimal kelas yang diselenggarakan via whatsapp pasti pernah dijabanin. Nah, kali ini saya mau mengenalkan aplikasi:

Zoom/Google Classroom/Kelas online lainnya

Aplikasi ini memungkinkan para ibu untuk tetap belajar tanpa perlu khawatir dengan anak, karena bisa tetap berada di samping ananda. Ketika saya hamil, banyak kelas yang saya ikuti via online, salah satunya adalah kelas menyusui. Kelas ini menggunakan berbagai aplikasi, zoom, youtube dan whatsapp. Di zoom kami bisa bertatap muka dan berinteraksi dengan pengajar sekaligus memberikan pertanyaan dan dijawab secara live. Seneng banget tetap belajar kapanpun dan dimanapun.

Apa kelas online favoritmu?

Keluarga Multimedia #6

Saya agak bingung untuk aplikasi yang satu ini akan masuk ke kategori mana, mungkin manajemen diri dan keluarga, karena aplikasi ini sangat membantu dalam manajemen kesehatan keluarga. Perkenalkan, aplikasi

HaloDoc

Buat ibu-ibu, apalagi yang punya anak kecil, pasti bingung setengah mati kalau anak mendadak sakit. Dengan aplikasi ini, bunda bisa langsung bertanya ke dokter via online untuk mendapatkan penanganan pertama terlebih dahulu, sebelum dibawa untuk periksa via offline.

Pertama kali saya menggunakan aplikasi ini, ketika saya tidak bisa tidur dari jam 1 pagi hingga shubuh, dikarenakan penyakit saya kambuh. Saya sampai uring-uringan dan membuat suami juga bingung, karena saya tidak kunjung pulih. Akhirnya, setelah ditanyakan ke HaloDoc, kemudian dikirimkan obat via gojek, sakit yang saya derita berangsur pulih dan saya pun bisa tidur. Barulah esok paginya saya checkup ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut.

Biar ga panik dan nyaman di dompet, bisa nih bu ibu download aplikasi ini.

Keluarga Multimedia #5

Pernah mendengar super apps nya Indonesia? Baru-baru ini si aplikasi habis ganti logo. Yak, dia adalah:

Go Life (Gojek)

Bagi saya aplikasi ini merupakan aplikasi penjaga kewarasan bagi para ibu rumah tangga. Karena seringkali kegiatan kerumah tanggaan penuh dengan rutinitas dan repetisi, sehingga bisa jadi ibu rumah tangga (seperti saya ini hoho) jenuh dengan kegiatannya. Dengan adanya Go Life yang include berbagai hal, mamak bisa istirahat sejenak atau mengerjakan pekerjaan lainnya, mungkin upgrade diri atau meeting dengan orang lain.

Yang sekarang saya sering pakai adalah Go Clean dan Go Massage, karena kedua aplikasi ini sudah teruji providernya tahan banting. Ada satu lagi yang bagus, yaitu go Auto, tetangga saya sering pakai, namun berhubung saya tidak punya mobil, jadi ya tidak perlu hehehee.

Btw, yang mau download aplikasi Go Life atau baru pertama kali pakai bisa masukin kode referral ENESKUSUCRDK dan dapatkan hadiah menarik 🙂

Keluarga Multimedia #4

Apakah teman-teman pernah mendengar strategi pomodoro? Pomodoro berarti tomat dalam bahasa Italia, ia merupakan manajemen waktu yang membagi pengerjaan tugas ke dalam 20 menitan. Setiap 20 menit nanti akan ada jeda, jika sudah mencapai 4x sesi, atau 4x 20 menit, maka akan ada jeda istirahat yang lama. Teknik ini bisa untuk menjaga fokus, apalagi jika faktor yang menentukan kesuksesannya hanya diri kita sendiri, tidak ada gangguan eksternal.

Nah, ada aplikasi yang saya sering pakai dan mendukung sistem pomodoro ini. Namanya:

Forest: Stay Focused

Aplikasi ini akan mengunci handphone kita selama waktu yang ditentukan, sehingga kita tidak akan tergoda untuk bolak-balik membuka handphone. Hal ini sangat berguna mengingat handphone bisa menjadi pemecah fokus terberat dan mengakibatkan tertundanya pekerjaan kita untuk selesai.

Serunya lagi, aplikasi ini memungkinkan kita untuk menanam pohon di “hutan” setiap kali berhasil menjaga fokus dengan tidak membuka handphone. Seru kan! :))

Keluarga Multimedia #3

Aplikasi berikutnya yang akan saya review adalah:

Google Health/Health Application/30 Days Fitness

Ini adalah aplikasi yang getol saya pakai akhir-akhir ini untuk memastikan bahwa saya minimal sudah cukup berolahraga, akan lebih baik lagi jika saya juga bisa sampai tracking makanan, minuman, serta jam tidur.

Karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Rasulullah saw pun juga mendorong umatnya agar menjaga kesehatan badannya. Sesibuk apapun, sempatkan waktu ya untuk minimal stretching dan jalan kaki 30 menit sehari.

Keluarga Multimedia #2

Ngobrolin sosial media tanpa aplikasi yang satu ini rasanya tidak afdhol, apalagi mengingat jasanya dalam mendekatkan keluarga yang begitu besar, yak aplikasi ini tak lain dan tak bukan adalah:

Whatsapp

Siapa sih yang nggak punya grup keluarga di whatsapp, rasa-rasanya menjadi dekat dengan keluarga merupakan hal yang mudah karena keberadaan aplikasi ini. Terutama bagi mereka yang LDM. Bisa merasa terhubung dan “hadir” di tengah-tengah keluarganya, makan bersama, jalan-jalan bersama serta update tentang keadaan masing-masing.

Namun tetap saja, ada adab sosialisasi yang tetap berlaku, karena jika tidak dijaga, maka bisa menciptakan keretakan di antara keluarga. Apalagi whatsapp kebanyakan bahasa teks, sehingga tidak ada intonasi, dan bisa saja ada perbedaan persepsi atas penggunaan emoji.

Semua Anak adalah Bintang #1

Hamdalah setelah saya menikah merupakan libur panjang dalam sejarah kelas bunsay saya, meski ada yang hampa karena tidak mengerjakan apapun. Tidak pula memeras otak buat mikir “nulis apa lagi ya.” Pun tidak juga dikejar-kejar deadline.

Kali ini saya akan mengerjakan kelas bunsay sebagai Enes yang baru, Enes yang udah jadi istri orang. wkwkwkw. Meski belom punya anak, dan tetep weh sama dengan kelas pranikah, tapi tak apa. Yang penting kita tetap menulis dan mengerjakan.

Di edisi kali ini, saya diharuskan untuk menuliskan tentang kegiatan yang membuat saya berbinar, dan kali ini kegiatan itu adalah ngobrol bersama suamik #eh berkegiatan di dunia pendidikan anak usia dini serta pengembangan ibu muda. Mungkin karena topik ini sangat relatable untuk saya, sehingga saya merasa enjoy menjalankannya. Ditambah lagi, selalu ada hal baru yang bisa saya dapatkan selama menjalankan proses ini.

Prosesnya memang lama dan tak mudah, sepertinya saya pernah menceritakan sepenggal kisah mengenai hal ini. Tapi tak apa, marilah saya ceritakan lagi….

 

Gaya Belajar – Day 3

Lanjut dari postingan sebelumnya, bagaimana sih cara orang tua menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk belajar pada anak?

Meski mungkin bapak sama ibu belum tahu ilmunya dulu ketika kami masih kecil, tapi secara tidak langsung bapak dan ibu memberi tahukan pada kami mengenai konsekuensi dari setiap pilihan serta memberikan kebebasan penuh pada kami untuk memilih.

Kami selalu menerapkan setiap masuk ke suatu area baru, kami harus tahu bagaimana cara keluar, pintu darurat dimana saja, dsb. Begitu pula dengan sekolah, ketika kami memilih untuk masuk, bapak dan ibu memberitahukan bahwa jika mau keluar, maka kami harus menyelesaikan 1 tahun ajaran (2 semester), baru diperbolehkan untuk keluar. Kalau masih di tengah-tengah, kami harus bertahan, mencari cara agar bisa fit dengan kondisi yang ada disana.

Kemudian, setiap tahun, saya dan adik-adik pasti ditanya masih mau lanjut di sekolah yang sekarang atau mau berganti? Kalau mau berganti, berganti ke sekolah yang mana? A, B, C atau homeschooling?

Dari situ kami belajar bahwa semua yang kami lakukan harus kami jalani dengan penuh kesadaran, bukan keterpaksaan. Maka dari itu, kami jadi bertanggung jawab untuk menjadi yang terbaik sebagai definisi dari prinsip kami: High energy ending!

Next artikel bakal lebih detil membahas tentang gaya belajar saya dari tahun ke tahun, tunggu ya!