Semua Anak adalah Bintang #10

Pada akhirnya, kita kembali pada judul segment kali ini, Semua Anak adalah Bintang. Tidak peduli berapa tua usiamu, pada akhirnya kita tetaplah seorang anak, setiap manusia unik, setiap manusia berhak bersinar pada bidangnya masing-masing, setiap manusia berhak bahagia.

Saya sangat merasakan, meski kita sudah menikah, tidak lantas mematikan “how we used to be”, namun memberi warna baru pada diri kita. Menjadikan kita dan pasangan kita menjadi dua insan yang unik dan saling memberi kebaikan.

Tetaplah menjadi bintang, dimanapun kita berada.

Semua Anak adalah Bintang #9

Meskipun kami masih uji coba, sebenarnya apa yang betul-betul cocok dengan kami, namun ada beberapa hal yang kami akan terus lakukan:

  1. Kami akan luangkan waktu minimal sekali dalam sehari untuk ngobrol
  2. Mengaktifkan lagi kebiasaan baca buku bersama di pagi hari
  3. Memperbanyak kegiatan bersama
  4. Memperbanyak main bersama
  5. Memperbanyak ngedate ke restoran yang terjangkau 😀

Semua Anak adalah Bintang #8

Beberapa hari yang lalu, kulayangkan pertanyaan pada suamiku, “menurutmu apa kegiatan yang kita sukai bersama?”

Dari situ, ternyata banyak sekali kegiatan yang kita sukai bersama. Kami suka nonton youtube atau netflix bersama, kami suka makan bersama, kami juga suka melakukan sesuatu bersama-sama, seperti jika sabtu minggu mas Pandu harus kerja di co-working space, aku pasti ikut dan berkegiatan di sampingnya, entah nonton film, atau baca buku, pokoknya sebelahan.

Dari sini, kami mencoba membuat list projek-projek kami ke depannya….

Semua Anak adalah Bintang #7

Kalau ditilik lebih dalam, yang menjadi kekuatan dari mas Pandu adalah bookkeeping, sedangkan aku lebih sabar (atau ada waktu ya) untuk masuk-masukin keuangannya. Terus aku juga suka tanya-tanya ke orang lain tentang hal-hal dalam keuangan keluarga yang kami masih tidak mengerti.

So far, kami bisa mengcover banyak perencanaan untuk beberapa hal, seperti halnya investasi, pendidikan anak, dan juga dana darurat serta dana persalinan. Pretty much everything that takes quite a number to be spent.

Mari kita lihat ke hari-hari berikutnya…

Semua Anak adalah Bintang #6

Hidup tak lagi sama setelah menikah, ada hal-hal yang berjalan seperti biasa, ada juga yang harus dikompromikan.

Di artikel sebelumnya, saya menulis 5 hal yang membuat berbinar, dan saya memilih untuk mengelaborasi yang nomer 3: Saya berbinar ketika bertemu dengan suami. Hehehehhe.

Nggak papa lah ya, namanya juga pasangan muda seumur bulan Ramadhan. Selama sebulan ini kami habiskan dengan mencari irisan dari kesukaan kami. Meskipun saya suka membaca komik, mas suka membaca komik, namun waktu yang kami lakukan untuk hal tersebut berbeda. Seringkali mas membaca komik ketika pulang kerja, untuk melepas penat. Bagi saya yang seharian menunggu mas pulang, saya inginnya kami ngobrol.

Setelah (dan masih dampai sekarang) struggle ini itu, akhirnya ada juga kegiatan yang kami sukai bersama. Kami suka kalau lagi bikin pencatatan dan perencanaan keuangan. Aku suka masuk-masukin sih, mas Pandu yang bikin rumusnya hahahah. Ya begitulah, well.. mari kita bahas lebih dalam.

Semua Anak adalah Bintang #5

Fast forward ke hari ini, kehidupan setelah menikah…

Jujur, aku masih beradaptasi dengan kegiatan-kegiatan yang asing bagiku. Harus masak pagi-pagi karena mas Pandu harus sarapan, nanti banyak di rumah, dsb.

Jadi, tidak terlalu banyak hal terkait pendidikan anak yang saya bisa lakukan. Sesi-sesi belajar kami juga berkaitan dengan rumah tangga, seperti pajak, zakat, pendidikan, dsb. Jika ditanya, apa yang membuat aku berbinar ketika mengerjakannya, mungkin jawaban yang paling tepat adalah:

  1. Aku suka ketika bertemu dengan teman-teman, pada dasarnya aku suka bertemu orang yang membuatku nyaman. Can say, I’m kinda ambivert (?)
  2. Aku berbinar jika jajan (HAHA)
  3. Aku berbinar saat bertemu suamiku (EAA)
  4. Aku (kadang) berbinar saat menulis, jika sudah dapat moodnya
  5. Oh! Dan aku berbinar jika menonton film bersama-sama

Well, mari pilih salah satu untuk ditaruh di 5 artikel setelah ini 🙂

Semua Anak adalah Bintang #4

Awal tahun ajaran 2016/2017 saya mulai menapaki dunia pendidikan. Masih baru, fresh banget, nggak punya banyak ilmu, hanya berbekal pengalaman selama bersama bapak dan ibu.

Hari demi hari kulewati, dan aku semakin bahagia memasuki dunia yang ternyata sudah lama aku geluti. Berbagai pengalaman selama mengajar dulu jadi sangat terpakai disini. Sedikit demi sedikit aku mulai menghadapi hal-hal yang awalnya aku takuti. Ternyata, selama mindset, dasar dan cara penyampaian kita benar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ada sih, satu dua orang tua yang tidak masuk di akal saya, tapi kenapa harus fokus pada yang satu atau dua itu ketika ada puluhan pasang orang tua lain yang bersemangat mengikuti pembelajaran.

Berkegiatan bersama anak-anak pun tidak membuatku bosan, selalu saja ada hal baru bersama mereka. Karena berinteraksi langsung hampir setiap harinya, jadi aku bisa memahami apa saja yang dirasakan oleh para kakak. Selain itu, aku juga jadi semakin tajam mengasah pertanyaan di setiap interview guru baru.

Jadi begitulah, awal mula aku bisa terjebak bahagia dalam dunia pendidikan. Tapi ceritanya tidak hanya berhenti disini. Sudah kubilang, ini baru permulaan….

Semua Anak adalah Bintang #3

Sudah satu tahun aku menjalankan bisnis fashion sendiri, tabunganku sudah mulai habis, partner kerjaku menyebalkan, ditambah lagi aku sendiri tidak terlalu menyukai kegiatanku. Ada sih beberapa hal yang aku suka, tapi sepertinya itu bukan core activity dari bisnisku. Hm.

Setahun artinya waktu untuk aku mengevaluasi, akan kulanjutkan atau kuhentikan. Kutimbang-timbang betul kala itu, kurang lebih 1-2 bulan ku pikirkan dengan seksama, apa saja implikasi yang akan terjadi dari keputusanku berikut opportunity cost keduanya.

Ku putuskan untuk betul-betul mencari tahu, sebetulnya apa yang aku ingin lakukan. Diurutkan lagi, apa yang menjadi kekuatanku, apa yang sudah kulakukan selama ini, apa yang sangat ingin aku lakukan, dan berbagai pertanyaan lain yang berkecamuk di dalam pikiranku. Kala itu, aku juga sempat bertanya pada manusia yang kini jadi suamiku ehe. Ternyata yah, jodoh mah ga kemana.

Anyway, kembali ke permasalahanku. Ku buang jauh-jauh dulu gengsiku, masak sih udah dewasa tapi masih gengsian juga. Ternyata, aku memang sangat senang apabila bisa berkegiatan dengan anak-anak. Yang membuatku galau karena aku tidak punya ilmunya, aku sering kepentok dengan orang tua serta kesulitan untuk menangani anak dalam jumlah banyak.

Dan ketika ku pikir lagi, tidak ada salahnya kalau aku mulai mencoba. Dan aku pun melangkah….

Semua Anak adalah Bintang #2

Kisah ini bermula ketika saya remaja, sebagai jiwa muda dengan semangat berapi-api dan mood naik turun, saya saat itu kekeuh, tidak mau disamakan dengan ibu saya. Bagaimanapun saya akan menjadi pribadi sendiri!

Namun tak bisa saya elakkan, bahwa saya menyukai dunia pendidikan ibu dan anak. Seringkali saya mengajar anak-anak TK kala itu, beranjak ke Singapura saya memberikan les privat pada anak SD, hingga akhirnya saya lulus dan pindah ke Bandung, saya berganti kegiatan menjadi teman kumpul ibu muda.

Setiap topik mengenai pernikahan, rumah tangga, maupun pengasuhan anak saya akan tangkap dengan semangat.

Banyak yang bertanya, “mbak Enes bukannya jurusan keuangan dulu? Kok sekarang malah di fashion?”, “kenapa nggak kerja di bank mbak?” Begitulah pipel, sering kepow.

Semua perjalanan saya mencapai titik baliknya pada suatu hari…..

Semua Anak adalah Bintang #1

Hamdalah setelah saya menikah merupakan libur panjang dalam sejarah kelas bunsay saya, meski ada yang hampa karena tidak mengerjakan apapun. Tidak pula memeras otak buat mikir “nulis apa lagi ya.” Pun tidak juga dikejar-kejar deadline.

Kali ini saya akan mengerjakan kelas bunsay sebagai Enes yang baru, Enes yang udah jadi istri orang. wkwkwkw. Meski belom punya anak, dan tetep weh sama dengan kelas pranikah, tapi tak apa. Yang penting kita tetap menulis dan mengerjakan.

Di edisi kali ini, saya diharuskan untuk menuliskan tentang kegiatan yang membuat saya berbinar, dan kali ini kegiatan itu adalah ngobrol bersama suamik #eh berkegiatan di dunia pendidikan anak usia dini serta pengembangan ibu muda. Mungkin karena topik ini sangat relatable untuk saya, sehingga saya merasa enjoy menjalankannya. Ditambah lagi, selalu ada hal baru yang bisa saya dapatkan selama menjalankan proses ini.

Prosesnya memang lama dan tak mudah, sepertinya saya pernah menceritakan sepenggal kisah mengenai hal ini. Tapi tak apa, marilah saya ceritakan lagi….