Be Creative #3

Kalau kemarin adalah pemanfaatan barang bekas sebagai baju pakai, sekarang saya akan menampilkan menjadi kreatif dalam membuat kostum menggunakan baju-baju yang ada.

Hingga sekarang saya paling suka jika sebuah acara ada dresscodenya, karena itu memancing kreatifitas kita untuk bisa bekarya (disini saya berusaha untuk tidak membeli baju-baju untuk dresscode nya).

Salah satunya adalah ketika kegiatan tahun ajaran baru di School of Life Lebah Putih, temanya Pantai! Dan inilah kostum saya:

Be Creative #2

View this post on Instagram

Tahun lalu masih bingung ketika diminta pakai kostum. Cari aman. Yang gampang yang simpel. Tahun ini…. Malah golek molo wkwk. Udah punya baju berkuda lengkap, sak komplit-komplite. Baju renang pun punya. Kok ya milihe tenis. Kostum bikin sendiri, buat raketnya… Coba tebak itu raket apa wkwk. Yah, merdeka di lebah putih itu bebas berekspresi! Pol kan kawan! Ps. Hari ini belajar banyak dari mbah Darmiyanto, bagaimana beliau terus menorehkan prestasi di usianya yang sudah 83 tahun. Masih lari tiap hari 10km an. Jadi malu, sebagai anak muda olahraga yang paling sering cuman surfing…… the internet *sigh *minta ditampol Anyway, i'm glad to be able to meet such an inspiration! . . . . . #17agustus #independenceday #indonesiamerdeka

A post shared by enes kusuma (@eneskusuma) on

Postingan kali ini akan membahas mengenai pemanfaatan barang bekas menjadi barang pakai. Kali ini digunakan sebagai kostum. Meskipun ini adalah bentuk terendah dari menjaga lingkungan (karena hanya memperlama waktu buangnya saja), tapi melalui kegiatan ini, kreatifitas saya ditantang. Bagaimana saya melihat sebuah barang dalam bentuk yang lain.

Ada beberapa kreasi lain dalam postingan saya, yang bisa dilihat dan dicermati mengenai kostum per kostum an (ya begimana ya, profesi saya memungkinkan untuk berkreasi sebebas-bebasnya sih heheheh).

Ini kostumku, mana kostummu?

Be Creative #1

“Nanti baby jangan dikasih gadget sebelum usia 12 tahun,” nasihat salah seorang ‘bapak’ ku di suatu hari.

Salah satu dampak negatif dari menggunakan gadget pada usia dini adalah menghilangnya kreatifitas. Ketika anak belum menyadari bahwa gadget hanyalah sebuah tools dan masih banyak tools lainnya, bisa jadi ia memandang gadget sebagai dunianya, dan mentok sebatas itu.

Padahal, dari sebatang tongkat saja, ada banyak hal yang bisa dimainkan… Untuk itu, tulisan ini saya persembahkan pada diri saya kelak ketika baby sudah lahir, e siapa tahu udah stuck kan nggak tahu mau mikir apa lagi saat itu.

Let’s be creative.