Be Creative #10

Last but not least, untuk membuat 10 tugas ini juga butuh kreatifitas hahahaha. Saya sampe muter otak harus gimana lagi bisa menulis 10 hal mengenai kreatifitas ini. Mau nulis selama 10 hari itu, kok ya saya selama 10 hari ga selalu kreatif pula. Doeng, pusing lah saya.

Alhamdulillah, di detik-detik terakhir saya berhasil menyelesaikan tantangan 10 hari menjadi kreatif ini 😀

Sampai jumpa di tantangan berikutnya

 

Be Creative #9

Kenapa sih kita harus menjadi kreatif?

Menurut saya, kreatif bisa membuat kita tertantang untuk berpikir lain dari yang lain. Sehingga, memacu otak kita untuk lebih sering berolahraga.

Dulu saat TK, adek saya Ara sering banget pake kaos kaki selen (beda kanan kiri), seneng aja gitu katanya. Nah hal itu ditiru oleh bapak saya ketika sedang kehabisan ide. Rasa tidak nyaman dalam menggunakan kaos kaki selen bisa membuat kreatifitas jadi muncul juga.

Kalau kamu, kenapa mau menjadi kreatif?

Be Creative #8

https://www.instagram.com/p/Bv9Ii_fFRMN/

Yang paling hits beberapa bulan terakhir, tentu saja kreatifitas kami dalam menggelar event wedding. Jadi, wedding ku dan mas pandu ini simpel-simpel saja, hanya ada akad, kemudian makan bersama. Total dari akad sampai makan bersama 2-3 jam an kurang lebih.

Secara kostum pun saya memilih untuk mengenakan kulot dan sepatu kets agar memudahkan mobilitas, karena nantinya kami akan berkeliling untuk menemui tamu-tamu.

Salah satu motto keluarga kami adalah, “good is not enough anymore, you have to be different”, jadi ya menjadi kreatif juga menjadi tuntutan dalam keluarga kami.

Be Creative #7

https://www.instagram.com/p/BY3VRL2hHor/

Kalau di postingan sebelumnya mengenai akhir dari proses pembelajaran, kali ini adalah menjadi kreatif dalam pembelajaran itu sendiri.

Ini adalah amplop syukur yang saya buat untuk memahami perasaan anak-anak kali itu, dan menyebarkan energi positif sebelum memulai pembelajaran. Melalui amplop ini, ada banyak sekali kisah-kisah menyentuh yang ditulis anak-anak.

Sudah bersyukur apa hari ini?

Be Creative #6

https://www.instagram.com/p/BcZaOT_haXi/

Membuat kegiatan pun kalau tidak kreatif, tidak akan seru. Setiap semesternya, Pelatihan Akhir Semester (atau yang dulu kita kenal sebagai UAS) selalu memiliki tema-tema seru. Bisa treasury hunting, atau tukar kado seperti yang kali ini.

Dengan menghadirkan suasana yang berbeda, dapat mengurangi stres dan perasaan cemas pada anak (dan kakaknya).

Kegiatan seru apa yang sudah kamu lakukan hari ini?

Be Creative #5

https://www.instagram.com/p/BddzcHNh-rK/

Kalau yang sebelumnya menggunakan bahan bekas, kini kita membuat kostum menggunakan bahan alam. Preferably daun-daun kering, tapi jika ternyata tidak menemukan daun kering, bisa juga berkeliling kebun untuk mencari daun-daun yang bisa dipakai sebagai kostum.

Tentunya jangan sampai merusak alam yang sudah indah, sayang dong kalau hanya untuk keperluan kita sampai harus mengorbankan alam sekitar 😀

 

Be Creative #4

 

https://www.instagram.com/p/Bn-CksTAGIq/

Kreatifitas lain dapat dituangkan dalam dekorasi kegiatan. Ini adalah ide saya untuk lamaran (llama run) kemarin yang dibantu diwujudkan oleh kak Kliwon dan kak Joe. Alhamdulillah setelah bergerilya selama 3 malam, selesai juga bikin dekorasi untuk acara ini.

Tidak hanya lukisan ini, ada juga tampah-tampah bertuliskan quote dan daun-daun buatan yang menjalar dimana-mana.

PS. Karena kendala teknis foto-foto yang lebih jelas tidak bisa diupload, will be uploaded soon ya :)))

Be Creative #3

Kalau kemarin adalah pemanfaatan barang bekas sebagai baju pakai, sekarang saya akan menampilkan menjadi kreatif dalam membuat kostum menggunakan baju-baju yang ada.

Hingga sekarang saya paling suka jika sebuah acara ada dresscodenya, karena itu memancing kreatifitas kita untuk bisa bekarya (disini saya berusaha untuk tidak membeli baju-baju untuk dresscode nya).

Salah satunya adalah ketika kegiatan tahun ajaran baru di School of Life Lebah Putih, temanya Pantai! Dan inilah kostum saya:

https://www.instagram.com/p/BlXEiM7APbW/

Be Creative #2

https://www.instagram.com/p/Bmk_4d5gWIM/?utm_source=ig_web_button_share_sheet

Postingan kali ini akan membahas mengenai pemanfaatan barang bekas menjadi barang pakai. Kali ini digunakan sebagai kostum. Meskipun ini adalah bentuk terendah dari menjaga lingkungan (karena hanya memperlama waktu buangnya saja), tapi melalui kegiatan ini, kreatifitas saya ditantang. Bagaimana saya melihat sebuah barang dalam bentuk yang lain.

Ada beberapa kreasi lain dalam postingan saya, yang bisa dilihat dan dicermati mengenai kostum per kostum an (ya begimana ya, profesi saya memungkinkan untuk berkreasi sebebas-bebasnya sih heheheh).

Ini kostumku, mana kostummu?

Be Creative #1

“Nanti baby jangan dikasih gadget sebelum usia 12 tahun,” nasihat salah seorang ‘bapak’ ku di suatu hari.

Salah satu dampak negatif dari menggunakan gadget pada usia dini adalah menghilangnya kreatifitas. Ketika anak belum menyadari bahwa gadget hanyalah sebuah tools dan masih banyak tools lainnya, bisa jadi ia memandang gadget sebagai dunianya, dan mentok sebatas itu.

Padahal, dari sebatang tongkat saja, ada banyak hal yang bisa dimainkan… Untuk itu, tulisan ini saya persembahkan pada diri saya kelak ketika baby sudah lahir, e siapa tahu udah stuck kan nggak tahu mau mikir apa lagi saat itu.

Let’s be creative.