Keluarga Multimedia #10

Di dua post terakhir saya akan membahas mengenai aplikasi penunjang keuangan, kalau yang sebelumnya murni tracking saja, kali ini aplikasi yang membantu manajemen investasi. Namanya,

Bibit

Saya baru pakai beberapa bulan terakhir, itupun tidak terlalu aktif. Tapi disini ada berbagai kenyamanan yang bisa kita dapatkan. Pertama, kita tidak perlu ribet untuk bisa mulai trading. Kedua, ada banyak pilihan investasi yang bisa didapatkan, ada pilihan syariah maupun tidaknya juga. Ketiga, pembayarannya memudahkan, bisa pakai gopay pula. Dan keempat, dia juga memberikan laporan investasi kita selama ini.

Cus deh cobain, enakeun sih. Ada lagi yang lain, tapi lebih ke investasi pertanian seperti tanijoy dan vestifarm, suami saya juga sering investasi di dua hal ini. Intinya, pelajari dulu sebelum investasi, karena investasi tanpa ilmu sama aja jadi gambling.

Keluarga Multimedia #9

Keuangan pastinya menjadi elemen wajib dalam keluarga, apalagi keluarga muda dengan penghasilan yang masih harus diirit-irit hahahaha (curhat). Kalau saya pribadi, sebelum menggunakan excel yang dirancang khusus oleh mas Pandu (iya, tidak ada aplikasi yang mampu memenuhi keinginan beliau, sehingga beliau bikin sendiri. Maklum, nak IT), adalah:

Money Manager

Saya suka pakai aplikasi ini karena memungkinkan kita untuk mencatat pemasukan maupun pengeluaran dari berbagai kantong, sehingga lebih detil. Selain itu, kita juga bisa melihat secara keseluruhan seberapa besar pemasukan/pengeluaran kita di berbagai pos dalam bentuk pie chart.

Karena saya senang dengan chart dan table karena bisa memberikan saya gambaran mengenai aktivitas keuangan yang selama ini saya lakukan. Banyak sih aplikasi lainnya yang bisa buibu pilih, jadi sok mangga dipilah pilih yang cocok yes.

Keluarga Multimedia #8

Aplikasi untuk pendidikan memang ada banyak, salah satu yang sangat menarik untuk dicoba adalah:

Kahoot!

Sebetulnya kahoot ini lebih ke web dibandingkan aplikasi, ia memungkinkan penggunanya untuk membuat soal pilihan ganda yang bisa diisi berbarengan dalam team maupun secara individu. Beberapa kali saya pakai dalam pembelajaran ananda maupun event kakak-kakak fasilitatornya. Karena memungkinkan pembuat untuk berkreasi sebebas mungkin, Kahoot! bisa menjadi alternatif kegiatan yang menyenangkan bagi keluarga di kala senggang maupun cara seru untuk belajar.

Keluarga Multimedia #7

Siapa sih yang di era ini belum pernah ikut kelas online sama sekali, minimal kelas yang diselenggarakan via whatsapp pasti pernah dijabanin. Nah, kali ini saya mau mengenalkan aplikasi:

Zoom/Google Classroom/Kelas online lainnya

Aplikasi ini memungkinkan para ibu untuk tetap belajar tanpa perlu khawatir dengan anak, karena bisa tetap berada di samping ananda. Ketika saya hamil, banyak kelas yang saya ikuti via online, salah satunya adalah kelas menyusui. Kelas ini menggunakan berbagai aplikasi, zoom, youtube dan whatsapp. Di zoom kami bisa bertatap muka dan berinteraksi dengan pengajar sekaligus memberikan pertanyaan dan dijawab secara live. Seneng banget tetap belajar kapanpun dan dimanapun.

Apa kelas online favoritmu?

Keluarga Multimedia #6

Saya agak bingung untuk aplikasi yang satu ini akan masuk ke kategori mana, mungkin manajemen diri dan keluarga, karena aplikasi ini sangat membantu dalam manajemen kesehatan keluarga. Perkenalkan, aplikasi

HaloDoc

Buat ibu-ibu, apalagi yang punya anak kecil, pasti bingung setengah mati kalau anak mendadak sakit. Dengan aplikasi ini, bunda bisa langsung bertanya ke dokter via online untuk mendapatkan penanganan pertama terlebih dahulu, sebelum dibawa untuk periksa via offline.

Pertama kali saya menggunakan aplikasi ini, ketika saya tidak bisa tidur dari jam 1 pagi hingga shubuh, dikarenakan penyakit saya kambuh. Saya sampai uring-uringan dan membuat suami juga bingung, karena saya tidak kunjung pulih. Akhirnya, setelah ditanyakan ke HaloDoc, kemudian dikirimkan obat via gojek, sakit yang saya derita berangsur pulih dan saya pun bisa tidur. Barulah esok paginya saya checkup ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut.

Biar ga panik dan nyaman di dompet, bisa nih bu ibu download aplikasi ini.

Keluarga Multimedia #5

Pernah mendengar super apps nya Indonesia? Baru-baru ini si aplikasi habis ganti logo. Yak, dia adalah:

Go Life (Gojek)

Bagi saya aplikasi ini merupakan aplikasi penjaga kewarasan bagi para ibu rumah tangga. Karena seringkali kegiatan kerumah tanggaan penuh dengan rutinitas dan repetisi, sehingga bisa jadi ibu rumah tangga (seperti saya ini hoho) jenuh dengan kegiatannya. Dengan adanya Go Life yang include berbagai hal, mamak bisa istirahat sejenak atau mengerjakan pekerjaan lainnya, mungkin upgrade diri atau meeting dengan orang lain.

Yang sekarang saya sering pakai adalah Go Clean dan Go Massage, karena kedua aplikasi ini sudah teruji providernya tahan banting. Ada satu lagi yang bagus, yaitu go Auto, tetangga saya sering pakai, namun berhubung saya tidak punya mobil, jadi ya tidak perlu hehehee.

Btw, yang mau download aplikasi Go Life atau baru pertama kali pakai bisa masukin kode referral ENESKUSUCRDK dan dapatkan hadiah menarik 🙂

Keluarga Multimedia #4

Apakah teman-teman pernah mendengar strategi pomodoro? Pomodoro berarti tomat dalam bahasa Italia, ia merupakan manajemen waktu yang membagi pengerjaan tugas ke dalam 20 menitan. Setiap 20 menit nanti akan ada jeda, jika sudah mencapai 4x sesi, atau 4x 20 menit, maka akan ada jeda istirahat yang lama. Teknik ini bisa untuk menjaga fokus, apalagi jika faktor yang menentukan kesuksesannya hanya diri kita sendiri, tidak ada gangguan eksternal.

Nah, ada aplikasi yang saya sering pakai dan mendukung sistem pomodoro ini. Namanya:

Forest: Stay Focused

Aplikasi ini akan mengunci handphone kita selama waktu yang ditentukan, sehingga kita tidak akan tergoda untuk bolak-balik membuka handphone. Hal ini sangat berguna mengingat handphone bisa menjadi pemecah fokus terberat dan mengakibatkan tertundanya pekerjaan kita untuk selesai.

Serunya lagi, aplikasi ini memungkinkan kita untuk menanam pohon di “hutan” setiap kali berhasil menjaga fokus dengan tidak membuka handphone. Seru kan! :))

Keluarga Multimedia #3

Aplikasi berikutnya yang akan saya review adalah:

Google Health/Health Application/30 Days Fitness

Ini adalah aplikasi yang getol saya pakai akhir-akhir ini untuk memastikan bahwa saya minimal sudah cukup berolahraga, akan lebih baik lagi jika saya juga bisa sampai tracking makanan, minuman, serta jam tidur.

Karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Rasulullah saw pun juga mendorong umatnya agar menjaga kesehatan badannya. Sesibuk apapun, sempatkan waktu ya untuk minimal stretching dan jalan kaki 30 menit sehari.

Keluarga Multimedia #2

Ngobrolin sosial media tanpa aplikasi yang satu ini rasanya tidak afdhol, apalagi mengingat jasanya dalam mendekatkan keluarga yang begitu besar, yak aplikasi ini tak lain dan tak bukan adalah:

Whatsapp

Siapa sih yang nggak punya grup keluarga di whatsapp, rasa-rasanya menjadi dekat dengan keluarga merupakan hal yang mudah karena keberadaan aplikasi ini. Terutama bagi mereka yang LDM. Bisa merasa terhubung dan “hadir” di tengah-tengah keluarganya, makan bersama, jalan-jalan bersama serta update tentang keadaan masing-masing.

Namun tetap saja, ada adab sosialisasi yang tetap berlaku, karena jika tidak dijaga, maka bisa menciptakan keretakan di antara keluarga. Apalagi whatsapp kebanyakan bahasa teks, sehingga tidak ada intonasi, dan bisa saja ada perbedaan persepsi atas penggunaan emoji.

Keluarga Multimedia #1

Di tantangan terakhir dari bunda sayang kali ini, kami ditantang untuk bisa mereview berbagai teknologi/aplikasi yang bisa memudahkan ibu dan calon ibu dalam:

  1. Mendidik/memantau perkembangan anak
  2. Manajemen diri/anak/keluarga
  3. Meningkatkan produktivitas
  4. Menambah amalan ibu agar bisa lebih bermanfaat bagi banyak orang

Hmm.. Kalau dilihat dari 4 kriteria ini sebetulnya cukup banyak ya aplikasi yang bisa saya review. Mari kita mulai dari yang pertama terlebih dahulu:

Instagram/Facebook/Sosial Media lainnya

Betul adanya jika sosial media bagai pedang bermata dua, bisa membuat seseorang menjadi lebih bermanfaat atau justru menebar keburukan atau menghabiskan waktu. Hal ini tidak lain karena sosial media hanyalah sebuah alat yang akan berfungsi sebagaimana kita memakainya.

Belajar dari suami saya yang memang menggunakan sosial medianya murni untuk mencari ilmu, saya pun mencoba kembali mencari arti mengapa saya harus bersosial media. Sempat off total hingga sekarang tidak terlalu aktif membuat saya memilah lagi siapa saja akun yang saya follow, lebih banyak berisi pembelajaran bermanfaat atau hanya hura-hura.

Setelah memilah akun yang difollow, kemudian aku kembali berpikir, hal apa yang mau aku bagikan sehingga menjadi akun yang bermanfaat. Sejauh ini memang sosial media merupakan tools yang paling tipis jarak antara baik buruknya. Maka dari itu, jangankan anak-anak, kita yang orang dewasa juga harus bijak dan hati-hati ketika aktif di dalamnya.