Cerdas Finansial #10

Terakhir, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke Rumah Zakat dalam rangka mempelajari apa saja kewajiban saya. Semenjak menikah, saya memiliki prinsip bahwa saya akan menjadi gate keeper yang menjaga kehalalan sumber dan penyaluran keuangan kami. Saya tidak ingin jika anak-anak nanti makan dari sumber yang haram atau tidak jelas.

Masih bertahap, namun saya berusaha untuk konsisten mencari ilmu tentang hal ini. Apalagi mas Pandu bekerja di Pemerintahan, saya jadi sering bertanya,”ini uang mas, apa uang Negara?”

Susah-susah sedap, tapi insyaa Allah tidak salah.

Nah, dari kunjungan itu saya belajar bedanya Zakat, Infaq dan Shodaqoh. Zakat adalah sesuatu yang sifatnya strict, jumlah pembayarannya sudah ditentukan, penyalurannya ditentukan, sumber didapatkannya pun jelas. Tidak bisa disebut zakat jika pemberinya belum memiliki kekayaan sesuai dengan jumlah yang ditentukan.

Sedangan Infaq itu lebih fleksibel, namun masih berupa uang.

Shodaqoh ini yang lebih luas. Paling gampangnya, “senyummu adalah shodaqoh”, sesuatu yang se abstract senyum saja bisa disebut shodaqoh.

Seru ya mempelajari tentang ini, kira-kira kalau saya bahas lebih lanjut mengenai zakat pada tertarik ga? Tulis di kolom komentar ya

Cerdas Finansial #9

Kalau tabungan cash itu gimana sih?

Nah kali ini idenya bersumber dari mas Pandu. Rulesnya:

  1. Tentukan jenis uang yang mau dikumpulkan (kalau kami 20.000 an, karena jumlah 20.000 just enough, tidak terlalu banyak, tapi masih mudah ditemukan)
  2. Jika uang itu ada di dalam dompet anda, maka dia tidak boleh digunakan. Harus masuk ke penyimpanan tabungan cash

Beri jangka waktu, misal 6 bulan atau 1 tahun, setelah itu seluruh uang yang terkumpul bisa dimasukkan ke dalam tabungan bank maupun investasi.

Cara seperti ini selain mempermudah dalam melakukannya, ada sedikit unsur “game” disana, karena setiap ngeliat 20.000 jadi berbinar aja gitu hahaha. Terus tahu-tahu udah banyak tabungannya, jadi hepi.

Cerdas Finansial #8

Di artikel sebelumnya ada beberapa istilah yang mungkin kurang familiar bagi teman-teman: Dana Darurat, Tabungan Cash, dan saya juga janji mau bahas mengenai perbedaan ZIS.

Kali ini kita bahas Dana Darurat dulu. Seperti namanya ya, dana ini memang digunakan untuk keperluan darurat, misal: harus bayar pengobatan yang mahal, atau tiba-tiba di PHK dari kantor.

Idealnya, dana darurat ini adalah 12x pengeluaran. Untuk awal memulai, cukup mati-matian menyiapkan dana darurat 3x pengeluaran sebagai safety net. Setelahnya bisa agak longgar mulai mencicil hingga mencapai 12x pengeluaran.

Dana darurat ini akan membantu kita (apalagi yang sudah berkeluarga) untuk tetap punya nafas meski hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Kenapa 3x pengeluaran  bulanan minimumnya, karena diharapkan 3 bulan adalah waktu yang cukup untuk seseorang menemukan jalan keluar dalam upaya mengembalikan kestabilan keuangan.

 

Cerdas Finansial #7

Nah, di awal tadi kan permasalahannya adalah kami berbeda cara budgetingnya nih. Akhirnya, titik temu ini semakin jelas wan kawan! HA HA.

Dari pengeluaran yang ada, kami kelompokkan nih berapa total masing-masing kategori (cara Enes). Kemudian, kita tarik lagi menjadi beberapa kategori: operasional, investasi, dll nya lupa hahaha, intinya dari yang sebanyak tadi, cuma tinggal 5 aja. Nah, dari 5 ini include investasi, travelling dan dana pendidikan (ini masih cara Enes yang bercampur dengan taste Pandu).

Kemudian, setelah kami dapatkan jumlahnya, kami cek ulang, sebetulnya berapa sih proporsi yang tepat. Setelah ketemu, kami masukkan lagi ke kategori-kategori tadi (cara Pandu). Terus dipecah-pecah, hingga akhirnya kami menemukan budget yang pas untuk setiap kategori. Disini kami harus bisa memisahkan, mana kategori yang sudah mentok nggak bisa dikurangi, dan mana yang bisa.

Bagi kami, investasi itu ga bisa dikurangi, tapi biaya makan masih bisa.

Cerdas Finansial #6

Untuk bisa merumuskan Wealth dan Pengeluaran itu meski tidak terlalu susah, tapi tidak bisa dikatakan gampang. Apalagi menentukan kategorinya.

Karna kami berdua sama-sama suka analisa, jadi seluruh kategori itu dimunculkan untuk keperluan analisa nanti. Misal, kita pengen ngeliat, sebenernya kita lebih banyak pengeluaran di kebutuhan atau keinginan, maka kita pisahkan lagi kategori-kategorinya.

Ada juga kategori lain, yaitu regular atau irregular. Apakah pengeluaran ini biasa dilakukan, atau jarang banget nih. Misal, kebutuhan mudik, itu kan setahun sekali. Jadi masuknya irregular.

Setelah ini kita masuk di bagian paling seru!

Cerdas Finansial #5

Awalnya makan dan jajan kami jadikan satu dalam food. Namun, seiring berjalannya waktu, kami merasa ini tidak sesuai dengan prinsip finansial untuk mengutamakan kebutuhan di atas keinginan. Sehingga, makan itu adalah kebutuhan, sedangkan jajan adalah keinginan. Agak tricky sih membedakannya, harus dilihat, apakah kalau kita tidak beli itu, maka tidak apa-apa? Atau memang ia masuk ke dalam kategori harus ada demi kesehatan perut?

Untuk transport tidak ada yang berbeda, seperti biasa saja.

Fashion ini kami anggarkan tidak terlalu banyak, dan modelnya “budget setahun segini” boleh langsung dibeli di satu waktu, boleh murah-murah tapi bermacam-macam. BEBASSS.

Home and tools itu peralatan rumah tangga, seperti ember, obeng, dkk. Asumsinya, semua yang hanya dibeli 1x dan baru beli lagi ketika sudah rusak.

Clean ya semua yang berhubungan dengan kebersihan. Baik itu alat-alat kebersihan hingga jasa bebersih.

Health ini mencakup obat, biaya perawatan hingga upaya untuk menjaga kesehatan. Seperti saya mengambil kelas yoga hehehe.

Phone itu kebutuhan pulsa dan internet. Meanwhile tech itu kebutuhan mas Pandu sebagai anak IT.

Social adalah uang yang kita keluarkan untuk bersosialisasi, seperti mentraktir teman, menyumbang, memberikan pinjaman, dsb.

Family uang yang kita berikan kepada keluarga, baik berupa uang maupun hadiah.

Supplies adalah sesuatu yang bisa habis dan perlu diisi ulang, tapi itu-itu aja barangnya, seperti gas, air galon, dsb.

Work and school itu peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan dan sekolah, seperti pulpen.

Administration diperuntukkan bagi biaya-biaya administrasi bank, ataupun membership-membership lainnya.

Personal dev di anggarkan karena tagline keluarga kami adalah: Belajar, Berkarya, Berbagi.

Fun is for our leisure.

ZIS seperti biasa ya, zakat infaq shodaqoh. Eh temen-temen udah tahu perbedaannya kan? Nanti lah kita bahas juga.

Perbedaan antara unexpected, untracked dan others adalah: unexpected itu yang tidak terduga (so far belum ada sih), mungkin seperti harus membayar sesuatu dalam jumlah besar saat ini juga! Kalau untracked itu adalah selisih dari catatan dan realita. Sedangkan others adalah sesuatu yang tidak bisa dimasukkan ke dalam salah satu kategori yang bejibun itu hahaha.

Waste adalah sesuatu yang tidak seharusnya terjadi: makanan basi, tiket hangus, dsb.

Angsuran jika ada cicilan yang harus dimasukkan.

Cukup banyak yaaa… Kategori selain pengeluaran juga ada banyak wkwk. Seperti ketika ada perpindahan dari akun bank ke online wallet, itu ada. Cashback pun kita hitung.

Cerdas Finansial #4

Setelah mengetahui jumlah persebaraan kekayaan kami (hahaha udah kayak kekayaan Negara ga sih, millenial banget), akhirnya kami masuk ke pencatatan keuangan yang sudah kami lakukan selama sebulan. Alhamdulillah sekarang di warung-warung kecil pun menerima pembayaran menggunakan online money, sehingga pencatatan kami pasti nyaris tidak berselisih. Adapun selisih hanya berkisar di 10.000 an, which is tollerable.

Pengeluaran kami bagi menjadi beberapa kategori: makan, jajan, transport, fashion, home and tools, clean, health, phone, tech, social, family, supplies, work and school, administration, personal development, fun, ZIS, unexpected, waste, utilities, untracked, angsuran, dan others.

Mari saya jelaskan satu per satu…