Aliran Rasa Tantangan Bunsay Level #5

Rasanya…..

Saya makin bisa mengatur jadwal dan memantapkan niat untuk membuat tantangan kali ini. Benar adanya, bisa karena terbiasa. Paksaan eksternal ini membuat saya membulatkan tekad untuk terus maju!

Pada dasarnya saya sangat suka membaca, namun seringkali saya tidak sempat meluangkan waktu untuk membaca, sehingga akhirnya saya mengisi waktu untuk yang lainnya. Dengan adanya tantangan ini, saya jadi semakin komit untuk terus membaca. Apalagi kalau bacaan tentang pernikahan.

Teh Zelin, My Luv

Sebagai teman yang baik dan saling menyemangati dalam menjadi deadliners, kali ini (lagi) saya akan menceritakan mengenai karya teman saya, teh Zelina Venesia. Yang saya suka dari catatan beliau itu singkat, padat, dan tepat sasaran. Sehingga di sesi Budaya Membaca kali ini, teh Zelin menceritakan mengenai tahapan-tahapan dalam menyelesaikan list bacaan beliau.

Ada 10 list buku yang akan dibaca teh Zelin:

1. The Magic
2  The Life Changing Magic of Tidying Up
3  Menentukan Arah
4. Your Journey To Be The Ultimate You
5. The Subtle Art of Not Giving a F*ck
6. Sapiens
7. Homo Deus
8. Why Nation Fail
9. Blink
10. Leaders Eat Last
Nah, dari 10, beliau bisa menyelesaikan 4 buku dalam waktu 10 hari. Uwaaa! Saya takjub banget. Apalah saya yang hanya 3 buku dan bukan kategori buku berat. Semoga bisa makin cepat dengan pemahaman yang bertambah setiap kali membaca buku baru.
Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Gemar Membaca #10

Hari terakhir dalam penulisan tantangan ini, namun bukan berarti akhir dari usaha saya menciptakan budaya membaca. Saya dan mas sangat paham bahwa budaya tidak bisa “ujug-ujug” tercipta, sehingga jika tidak dimulai dari sekarang, maka jangan harap budaya yang baik bisa kita tularkan pada anak.

Bagi kami, yang penting adalah kita nyaman dengan prosesnya, setelah itu bertumbuh untuk terus menjadi lebih baik. Begitupun dengan membaca, nggak papa 2 buku setahun, setengah buku pun nggak papa asal nyaman. Baru setelahnya kita berkembang menjadi lebih baik.

Budaya Membaca #9

Di artikel sebelumnya (klik di sini), saya sudah menyebutkan keresahan yang dialami oleh beberapa orang tua maupun guru atau dosen di Indonesia.

Lantas, bagaimana cara menumbuhkan rasa cinta terhadap Bahasa Indonesia maupun rasa cinta terhadap belajar itu sendiri?

Menumbuhkan cinta tidak bisa dimulai dengan keterpaksaan. Sehingga, orang tua perlu untuk menumbuhkan kebiasaan membaca atau lebih luas lagi ke lingkup literasi. Literasi sendiri tidak melulu hanya baca tulis, bisa dengan menyampaikan pendapat, kemudian mendengarkan dan memahami. Semakin banyak varian kegiatan, maka anak akan semakin paham mana yang ia sukai dan tidak.

Mulai dari membaca buku yang ia suka, bercerita yang ia mau maupun menulis bebas apa saja, kemudian naik menjadi lebih terarah, naik lagi menjadi terstruktur, hingga akhirnya anak fasih dalam menyampaikan pendapat, memahami bacaan dan menulis fiksi maupun fakta.

Ciptakan budaya dalam rumah, dimulai dari orang tua terlebih dahulu.

Budaya Membaca #8

“Pelajaran Bahasa Indonesia itu ada 6 SKS selama 12 tahun. Masih ditambah juga di kuliah. Tapi kenapa hasilnya banyak anak yang tidak bisa presentasi dengan proper, menulis makalah dengan baik, memahami journal maupun buku. Apa yang salah?”

Kalimat yang dilontarkan oleh pak Ery Djunaedi, dosen Telkom University yang juga merupakan adek angkatan bapak saya di ITB. Dari sana, masuklah kita dalam pembahasan diskusi singkat, “apa yang salah? Bagaimana memperbaikinya?”

Salah satu kesimpulan yang bisa kita tarik adalah, “ketidak adaannya rasa cinta terhadap Bahasa Indonesia dan rasa cinta terhadap belajar itu sendiri” sehingga anak-anak juga tidak mengulik lebih jauh bagaimana mereka bisa memperbaiki diri dari segi Bahasa Indonesia.

Kemudian, masih ditambah dengan tidak relevannya apa yang diajarkan dengan kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan yang akan datang. Jika memang ditujukan sebagai sarana untuk “berkenalan” dengan Bahasa Indonesia sih tidak apa-apa belajar berbagai hal. Ya puisi, ya karangan, ya artikel ilmiah, semuanya. Tapi bagi saya, 6 SKS selama 12 tahun rasa-rasanya kepanjangan ya untuk coba-coba.

Hm.

Lantas bagaimana cara yang benar? Mari kita bahas di artikel selanjutnya.

(diirit-irit bu, nanti kehabisan bahan tulisan gak lulus bunda sayang kon. matek)

Budaya Membaca #7

Rapel terus artikelnya Nes! wkwk.

Sebelumnya saya sempet mention bahwa saya sedang membaca buku Mengukir Peradaban kan ya.

Nah, I’m proudly telling you, saya berhasil menyelesaikan satu bab setiap harinya, so, sekarang udah tinggal 2 bab lagi yang harus dibaca. Lumayan sih, pas lagi kosong, pas lagi nunggu temen, atau pas lagi ada waktu disempetin aja baca. Pokoknya, kemana-mana pasti saya akan bawa buku, mau itu nantinya akan saya baca atau tidak. Bagi saya, ini menjaga kewarasan saya, agar tidak bete kalau janjiannya telat, dan yang paling penting biar saya ga bablas dalam ketidak produktifan.

Budaya Membaca #6

Nah loh, mau cerita apa? Wkwk

Di tulisan saya yang ke enam ini, saya mau share beberapa kegiatan literasi yang saya lakukan dengan fasilitator-fasilitator di Lebah Putih. Karena sebelum mengajarkan anak-anak untuk senang membaca, fasilitatornya terlebih dahulu harus termotivasi untuk terus membaca.

Saya mulai waktu itu dengan meminta teman-teman untuk membaca apa saja, mau itu buku, artikel, atau komik-komik pendek. Syaratnya harus sampai tuntas dan bisa diceritakan kembali ke teman-teman yang lain.

Kebanyakan memilih untuk membaca artikel pendek. Saya maklum, memang tidak mudah untuk bisa seketika menyukai membaca.

Kemudian saya mulai sodorkan beberapa buku yang saya rasa menarik untuk dibaca oleh kakak-kakak. Saya edarkan di grup dan di list jadwal peminjaman setiap bukunya. Menarik, mulai banyak yang ingin membaca. Kendala muncul karena satu buku bisa sangat lama waktu membacanya. Akhirnya kami berlakukan batas pengembalian hehe, speeding up a bit.

Rencananya, semester ini kami akan masuk ke pemahaman isi buku. Nantinya satu buku akan dibaca secara keroyokan, kemudian di presentasikan di waktu yang sudah disepakati.

Mengajak orang lain untuk gemar membaca itu gampang gampang susah, selama kita tetap konsisten untuk melakukan, saya rasa tidak ada yang tidak mungkin hehehe.