DO WHAT YOU LOVE

Saya percaya bahwa setiap fase kehidupan memiliki persimpangan, dimana setiap jalur bebas kita pilih untuk lalui. Tidak ada kata terpaksa bagi saya, dan saya yakin terpaksa juga tidak berlaku untuk semua orang, jika mereka paham bahwa sejatinya setiap orang berhak memilih. Karna hidup hanya dua, memilih atau dipilihkan.

Maka, saya akan optimalkan kemampuan saya untuk memilih hal-hal yang saya suka, dan menyukai hal-hal yang tidak bisa saya pilih. Jreng-jreng. Enough for the prolog, let’s go to the core. So, i’ve ranged my activities into four quadrans: Suka-Bisa, Suka-Tidak Bisa, Tidak Suka-Bisa, Tidak Suka-Tidak Bisa. But let’s focus on what I like and I’m able to do it.

There are four things that I can think of to fill this quadran, those are:

  1. Analyzing
  2. Learning new things
  3. Meeting people
  4. Writing

Jika mengambil satu dari empat hal tersebut dan menghubungkannya dengan jurusan kehidupan yang saya ambil (baca: Ilmu dan Saya), maka saya bisa mencanangkan beberapa hal. Bahwa saya akan (versi lebih kuat dari ingin) menjadi ahli dalam bidang pranikah, salah satu media di dalamnya adalah membangun BUSANA ENESKA yang bergerak di bidang busana keluarga. Membantu para keluarga untuk mengenali dan membentuk jati diri melalui busana. Visi besarnya #SaveSiSulung agar tidak lagi menjadi korban ketidak mampuan orangtuanya. Karna kesalahan kecil dari orang tua bisa berakibat fatal pada anak, bahkan bisa menjadi rantai dari keburukan-keburukan di generasi selanjutnya.

Dengan menganalisa berbagai kasus dan fenomena yang ada, serta terus belajar hal baru dan berbagi, saya ingin ke depannya, saya bisa memiliki one stop service centre untuk sebelum-saat-dan sesudah menikah.

I am a teacher and a learner di bidang ini, my lifetime purpose is to learn and share. Sharing what I learn, and learning from what I and other people ‘s share. Agar apa yang saya inginkan dapat tercapai, maka setidak-tidaknya, 5 tahun dari sekarang saya sudah menjadi ahli dari bidang yang saya tekuni, serta sukses dalam bisnis yang saya jalani (menembus pasar internasional). Maka, satu tahun dari sekarang, sistem sudah harus terbangun, baik The Bright Bride maupun Busana Eneska.

Plan your life, so at least you know where you are heading to. And in the end, you can choose how you gonna live your life.

Advertisements

Awal Mula Busana Eneska

Assalamu’alaikum ayah dan bunda, di postingan kali ini saya mau sharing cerita tentang awal mula saya membuat bisnis ini.

Semenjak kecil saya memang sudah diajari oleh bapak dan ibu untuk menjadi pribadi yang produktif, bukan konsumtif. Ketika anak-anak lain sibuk jajan ini itu di sekolah, saya justru berinisiatif menjajakan berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari makanan hingga alat tulis. Dari situ, saya belajar bagaimana mengelola uang, membaca kebutuhan pasar, dsb. Dari situ pulalah saya bercita-cita untuk menjadi seorang pengusaha, seperti ibu dan bapak.

Memasuki usia remaja, saya harus hidup mandiri karena jauh dari orang tua. Saat itu saya tinggal di negeri seberang tanpa ada saudara maupun kenalan sama sekali. Kemampuan berbisnis saya semakin ditantang ketika harus menawarkan barang kepada orang yang tidak dikenal sama sekali. Dari situ saya belajar, bahwa saya akan lebih optimal ketika menjual sesuatu yang memiliki value daripada sekadar menjual sesuatu yang sedang laris.

Lulus kuliah di usia 18 tahun, saya memasuki sebuah perusahaan untuk belajar bagaimana handling bisnis dalam skala besar. Selama saya bekerja, berulang kali saya pikirkan, akan bergerak di bidang apakah bisnis saya? Training? Pendidikan? Konsultan? Hingga detik-detik terakhir akan “lulus” dari perusahaan tersebut, saya masih blank akan mengerjakan bisnis apa.

Suatu saat, saya dan keluarga PadepokanMargosari berinisiatif untuk membuat baju keluarga yang tidak pernah kami miliki sama sekali sebelumnya, hihihi. Selama proses pembuatan baju, ada banyak request dari bapak, ibu @septipw, @arakusuma, dan @elanjm dari sisi model, belum lagi bapak sangat riwil urusan kualitas jahitan. Dari situlah saya berpikir bahwa solusi masalah yang kami hadapi bisa jadi merupakan solusi bagi banyak keluarga juga.

Maka, muncullah @busanaeneska , sebuah perusahaan yang bergerak di bidang customized Sarimbit yang memungkinkan ayah, bunda dan juga ananda untuk memilih baju dengan model serta bahan yang paling cocok untuk karakteristik sifat maupun kegiatan setiap anggota keluarga.

Eneska sendiri merupakan singkatan nama panjang saya Nurul Syahid Kusuma, eN eS Ka. Insyaa Allah, do’a yang diberikan bapak kepada saya, menjadi do’a yang sama bagi usaha saya ini. Aamiin Ya Rabb.

Alhamdulillah, selama 3 bulan running, saya semakin enjoy dalam menjalani hari demi hari membangun usaha ini. Moment yang paling saya sukai selama menjalankan bisnis ini adalah ketika baju yang saya buat bisa membawa senyum dan kebahagiaan, serta semakin memperkuat ikatan di keluarga ayah dan bunda.

Semoga kami bisa terus meningkatkan kualitas dalam segi apapun, baik produk hingga pelayanan. Serta bisa bermanfaat bagi masyarakat di sekitar tempat kami berada.