Sex Education #6 Pengaruh Media Digital

Pernah merasa ngeri nggak sih dengan kemudahan untuk masuk yang diberikan oleh media sosial. Anak-anak SD, SMP udah punya akun, bahkan beberapa ibu bikinin akun buat anaknya yang baru lahir.

Media sosial atau secara luasnya menjadi media digital ini bagaikan sebuah alat yang bisa kita gunakan untuk meraih tujuan kita atau justru memberdaya kita apabila kita tidak pandai mengelolanya.

Jadi, sebetulnya apa sih media digital itu?

Media digital adalah media yang kontennya berbentuk gabungan data, teks, suara dan berbagai jenis gambar yang disimpan dalam format digital dan disebarluaskan melalui jaringan berbasis kabel optic broadband, satelit, dan sistem gelombang mikro – Flew 2008

Pada koridor sex education, apabila media digital digunakan dengan tepat, media ini dapat menjadi media informasi dan pendidikan dalam memberikan pengetahuan mengenai organ secara biologis dengan pengawasan orang tua. Selain itu membantu orang tua untuk lebih sadar akan bahaya penyimpangan gender dan seksualitas dengan adanya berita yang terjadi di lingkungan sekitar.

Sehingga nih, para ibu millenial yang merupakan gabungan antara kejadulan dan teknologi ini bisa update dengan berita-berita yang terkini. Jadi, jangan dipakai hanya untuk eksis saja ya buibu. Karena, kerugian yang mengintai pada media digital seputar sex education pun banyak. Misal, anak terpapar pornografi. Jangankan anak kita yang udah melek banget dengan dunia digital, di SMP saya saja pernah tuh nobar video porno pas jam kosong. Ngeri banget kan.

Selain itu, media digital juga bisa meningkatkan peluang terjadinya kejahatan seksual, tonton deh video documentary tentang anak-anak yang meninggal karena termakan buaian kenalannya di media sosial, atau disuruh ngerekam ini itu dan sebagainya. Dan yang lagi hype akhir-akhir ini adalah mengalami kebingungan gender atau seks karena pengaruh budaya yang ditampilkan melalui hiburan seperti film atau musik.

Seorang teman saya yang lama tinggal di Amerika mengatakan, salah satu issue yang sering dibicarakan disana bahwa sudah sangat jarang lelaki yang “laki” di Amerika. Udah mah lelaki jumlahnya makin susut kan, eh sekarang lelaki yang beneran laki susut lagi. Yassalam.

Itulah mengapa sex education dan etika berselancar di dunia digital harus lah diajarkan pada anak sedari kecil, karena menurut penelitian, jika seorang anak terpapar pornografi hingga menjadi kecanduan, efeknya lebih parah dibandingkan anak tersebut terpapar narkoba. Na’udzubillah.

Eits, tapi jangan ngeri dulu, ingat tadi di awal, bahwa media digital hanyalah alat. Mau menjadikannya seperti apa sepenuhnya ada pada kita pilihannya. Maka dari itu, sebagai orang tua kita harus bijak mempertimbangkan waktu terbaik untuk memberikan gadget pada anak sesuai dengan usia perkembangannya. Sering lihat anak yang belum bisa ngomong tapi udah fasih banget buka youtube?

Buat kesepakatan dengan anak dalam penggunaan gadget. Orang tua terlibat dalam kegiatan anak di media digital. Serta jaga agar komunikasi dengan anak tetap baik, sehingga apapun yang terjadi, hal-hal yang mau ditanyakan, anak akan nyaman bercerita dengan orang tuanya.

Sumber: presentasi kelompok 7 Bunsay Pranikah #4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s