Mendongeng #7

Di bulan-bulan awal menikah, saya paling bete kalau sudah bercerita banyak, eh nggak didengerin. Mulai lah muncul itu suara-suara aneh dari berbagai benda mati yang ada di sekitar saya. EITS. Bukan karena dihantui kok, tapi karena skenario yang saya buat.

Contohnya, suami saya sangat suka tempe goreng. Saya sebagai istri yang excited menemukan tempe pasar langsung membeli dua sekaligus. Pulang-pulang, saya mengharapkan ada ucapan terimakasih dong, eh yang muncul malah saya ditegur karena beli tempe banyak banget. Akhirnya saya ajak ngomong aja tempenya,

“hei tempe, masak kamu dikatain kebanyakan coba”

“ah masa?”

“tuh kan, kamu juga ngerasa biasa aja kan. Padahal kan aku beli kamu dalam jumlah banyak biar suamiku bisa makan tempe goreng tiap pagi.”

Nah, meskipun bisa-bisa aja ngomong langsung kayak gitu ke suami, tapi dengan saya ngomong sama si tempe, suami saya nangkep maksud saya membeli tempe banyak sekaligus merasa terhibur (mungkin ya aahahahaha).

Atau mungkin dia sedang menyesali, tiwas sudah dinikahi, jebul edan. Hahahahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s