Mendongeng #6

Aku baru tahu jika profesi mendongeng itu cukup popular akhir-akhir ini. Bukan di kalangan anak-anak yang ku tahu, namun di kalangan pemuda, mahasiswa mahasiswi lah. Menarik juga, selama ini aku tidak pernah bertemu dengan mereka yang mengatakan “saya juru dongeng”, dan tiba-tiba saya dikelilingi dengan para pendongeng-pendongeng luar biasa ini.

Salah satunya, teman saya, Kukuh. Ia datang ke Lebah Putih ketika sedang perjalanan pulang ke Jakarta dari kampung halamannya di Malang. Ia dan teman saya yang lain tergabung dalam komunitas Gendong, yang sudah cukup lama aktif mendongeng ke masyarakat sekitar.

Di Lebah Putih, mas Kukuh membuka kelas dongeng bagi orang tua. Sehingga bisa menjadi lebih menarik bagi Ananda yang mendengar. Teknik yang paling saya ingat adalah Teknik suara, membantu pendengar untuk memahami perbedaan karakter dalam sebuah cerita yang didongengkan oleh satu orang. Suara normal biasa diucapkan dalam huruf “A”, sedangkan anak-anak “I”, “U” biasa digunakan untuk karakter binatang, “E” untuk karakter yang sudah tua serta “O” untuk mahluk yang bertubuh besar.

Hanya dengan perubahan suara saja, sebuah cerita bisa menjadi begitu hidup. Kadang-kadang saya pun menggunakannya di dalam pernikahan saya hehehehe. Salah satunya adalah…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s