Semua Anak adalah Bintang #3

Sudah satu tahun aku menjalankan bisnis fashion sendiri, tabunganku sudah mulai habis, partner kerjaku menyebalkan, ditambah lagi aku sendiri tidak terlalu menyukai kegiatanku. Ada sih beberapa hal yang aku suka, tapi sepertinya itu bukan core activity dari bisnisku. Hm.

Setahun artinya waktu untuk aku mengevaluasi, akan kulanjutkan atau kuhentikan. Kutimbang-timbang betul kala itu, kurang lebih 1-2 bulan ku pikirkan dengan seksama, apa saja implikasi yang akan terjadi dari keputusanku berikut opportunity cost keduanya.

Ku putuskan untuk betul-betul mencari tahu, sebetulnya apa yang aku ingin lakukan. Diurutkan lagi, apa yang menjadi kekuatanku, apa yang sudah kulakukan selama ini, apa yang sangat ingin aku lakukan, dan berbagai pertanyaan lain yang berkecamuk di dalam pikiranku. Kala itu, aku juga sempat bertanya pada manusia yang kini jadi suamiku ehe. Ternyata yah, jodoh mah ga kemana.

Anyway, kembali ke permasalahanku. Ku buang jauh-jauh dulu gengsiku, masak sih udah dewasa tapi masih gengsian juga. Ternyata, aku memang sangat senang apabila bisa berkegiatan dengan anak-anak. Yang membuatku galau karena aku tidak punya ilmunya, aku sering kepentok dengan orang tua serta kesulitan untuk menangani anak dalam jumlah banyak.

Dan ketika ku pikir lagi, tidak ada salahnya kalau aku mulai mencoba. Dan aku pun melangkah….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s