Budaya Membaca

Some of you may know that I will be getting married soon. And yap! I’m so excited, not because I finally am getting married, but because I will have him as my partner soon. I’m so glad that we found each other, apart from our differences (which is a lot!), I believe that we’ll become a strong team.

Okay, enough of the sweet talk. Now, let’s get into the serious part.

Kami berdua sama-sama suka membaca, dan tentunya kami ingin anak kami kelak juga punya kebiasaan membaca yang baik. Saking sukanya sama buku, saya bahkan request serah-serahannya buku aja, yang tergagalkan karena serah-serahan itu haknya mama mertua (so long my books), dan mama mertua saya menghendaki serah-serahan normal. Hiks sedih gitu aku tu. Tapi gapapa, shopping time baby! Karena serah-serahan udah gagal, terinspirasi sama bapak yang ngasih mahar satu set buku “Api Sejarah” (if I’m not mistaken), akhirnya aku masih kode-kode biar maharnya ada bukunya ehehe. Lumayan kan, seruangan penuh isi buku gitu misalnya #eh (ngelunjak gitu anaknya).

Okay, back to the topic.

Ketika kemarin mas main ke Salatiga, ada satu pagi dimana mas lagi baca dan aku makan gorengan (penting banget peran aku coy wkwk) beberapa kali mas ngasih kindlenya ke aku, terus kita diskusi bareng tentang topik di buku itu. And I really love that! Pengennya sih nanti habit itu bisa terus ada di keluarga kami.

Dan pas banget dengan materi bunsay, tentang menumbuhkan minat baca pada anak, aku juga mau mengembalikan lagi kebiasaan baca buku. Karena aku percaya anak tidak akan salah mencontoh perilaku orang tuanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s