Cermin

Kenapa kamu menangis?

Apakah kamu bersedih? Sedetik yang lalu kulihat kau masih tertawa. Apakah tawa itu tulus? Ataukah sebuah kamuflase?

Bagaimana aku bisa memahamimu? Apakah aku harus melindungimu? Ataukah aku harus membiarkanmu menyelesaikannya sendiri, sehingga sayapmu dapat terkembang dengan sempurna. Tidak lemah dan tak berguna.

Apa? Aku tidak bisa mendengar. Mereka bilang mereka tidak membutuhkanmu? Bukan? Lantas apa? Mendekatlah. Agar aku bisa mendengar dengan lebih jelas. Aku tidak bisa memahami kata-katamu jika kau jauh disana. Sini, mendekatlah. Biar ku dekap tubuh gemetarmu, agar hilang raut sedih dari wajahmu. Peluk aku, lepaskan tangismu. Berteriaklah jika kau merasa lega setelahnya. Aku disini untuk mendengarmu. Mendengar semua ceritamu yang tak mampu kau utarakan kepada orang lain.

Jangan takut. Aku akan selalu berada di sisimu. Wahai sosok di seberang cermin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s