Komunikasi Produktif (0)

Assalamu’alaikum semuanya~

Lama tak melihat postinganku mengenai Ibu Profesional ya, itu semua dikarenakan sebuah kesibukan dan ke-skip-an saya untuk daftar lagi dari cuti Bunda Sayang yang tertunda. Ah sudahlah.

Eniwei, saya kembali lagi ketika keadaan sudah damai dan tenang (entah kenapa saya selalu skip tahap awal di IIP. Sungguh anak founder yang kurang teladan :’ mungkin tugas saya memang melanjutkan di yang kedua dan seterusnya ya #acie). Seperti yang sebelumnya (dan tidak pernah saya kerjakan di Bunsay 1), kelas pertama Bunsay mengenalkan mengenai Komunikasi Produktif, bagaimana kita harus menyamakan FOR (frame of reference) dan FOE (frame of experience) kita dan pasangan lawan bicara (duh ga usah ngaku-ngaku pasangan deh, mblo).

Hal ini penting banget karena kita sebagai pihak yang mengkomunikasikan mempunyai kewajiban dan kepentingan untuk memastikan apa yang kita komunikasikan mampu tersalur dengan benar. Karena, apa yang diterima oleh orang yang mendengarkan merupakan tanggung jawab mereka yang mengkomunikasikan sepenuhnya, jadi jangan gampang menyalahkan lawan bicara ya, rubah cara komunikasimu! (mengutip dari tulisan Profesor Doktor Bunda Agung Septi Peni Wulandani, Guru Besar Institut Ibu Profesional).

Di tantangan pertama kali ini, saya disuruh untuk memilih satu anggota keluarga yang mau ditingkatkan lagi pola komunikasinya, dan saya memilih…. eng ing eng.. setelah pariwara yang berikut ini #digaplokpembaca.

Oke, back to topic, saya memilih Bapak untuk menjadi partner tantangan saya kali ini. Alasannya super simpel, karena beliau adalah teman berantem saya sejak jaman orde baru sampe millenial (berapa periode coba kami lalui bersama. Unch). Jarang sekali kami berdiskusi hal serius tanpa adu urat, selalu saja ada bahan untuk kami permasalahkan bersama, dan ujung-ujungnya komunikasi kedua belah pihak tidak tersalur dengan baik.

Well, kami berdua sama-sama keras kepala dan gengsinya tinggi, jadi susah untuk menurunkan ego masing-masing dan mencoba untuk saling mengerti. Maka, di hari ini, saya mencoba mengerti apa yang menjadi FOR dan FOE bapak (bohong banget! seharian kamu di luar rumah Nes) saya berkomunikasi dengan bapak seperti biasa, kami mengobrol sembari perjalanan menuju ke Lebah Putih, banyak membicarakan Ara dan tidak membicarakan saya (pengalih isu).

Oke. Aku mau pengakuan dosa aja deh. Hari ini saya belum membuat improvement apa-apa dengan bapak, masih seperti biasa, hanya tidak ada hal yang membuat kami bersitegang saja. Besok karena akan berada seharian di rumah, saya berjanji akan berkomunikasi lebih baik lagi dengan bapak, mencoba memahami FOR dan FOE bapak, agar ada FOR dan FOE kita.

Terimakasih Ibu Profesional, yang telah menyatukan lagi aku dan bapakku (jiga program tali kasih wkwkwk).

IMG_20170518_140728

Gambar 1. Bapak mencoba mendinginkan kepalanya menggunakan keranjang buah. Sepertinya efektif, boleh dicoba manteman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s