Memahami Orang Tua

Ada dua mata sisi ketika kita menemui seseorang yang berlaku berbeda dari apa yang dikatakan oleh orang terdekatnya, baik orang tua maupun tetangganya.

Dulu, saya senang sekali ketika seorang anak yang diwanti-wanti memilki sikap yang nakal, justru menjadi anak yang baik di kelas saya. Seringkali saya bercerita dengan nada bangga, “oh enggak kok, di kelas saya anaknya baik banget,” sembari memberikan kesan bahwa mungkin-dia-nggak-nyaman-sama-kamu.

Saya lupa, dan mungkin tidak bisa memahami, bagaimana perasaan sang orang terdekat yang setiap hari berusaha memahami sang anak, dan dengan entengnya saya membantah setiap hal yang dinyatakan oleh orang tersebut. Apalagi saya hanya beberapa kali bertemu dengan anak-anak itu, saya tidak tiap hari berkutat dengan mereka, berusaha menertibkan, rela menjadi si-galak demi bisa menjelaskan mana yang boleh dan yang tidak, menghadapi berbagai trik dan kerewelan mereka. Setiap hari adalah hari yang berat bagi orang tersebut, dan saya justru mengatakan, “ah enggak, anaknya baik kok.” Dan tidak memberi solusi. Betapa jahatnya saya.

Tiba-tiba saya teringat mengenai ungkapan seseorang bahwa, “jangan membandingkan apa yang kamu miliki dengan orang lain. Bisa jadi, kehidupan mereka menyenangkan karena kamu hanya melihat sekilas. Sedangkan ia yang berjibaku setiap harinya, mendapat berbagai tantangan yang harus diselesaikan.”

Hati saya terasa sedih ketika suatu hari seorang ABK (anak berkebutuhan khusus) di Lebah Putih memberikan makanannya pada seorang guru di kelas. Guru tersebut dengan bangga menceritakan pengalamannya. Ia tidak tahu bahwa kemarin saya harus menahan nangis untuk membawa ABK tersebut kembali duduk ke tempat semula. Sang anak yang meronta pulang hingga menendang, memukul, menggigit dan meludahi saya dengan berbagai cara. Melihat saya yang begitu dibenci oleh ABK, saya yang setiap saat berusaha mendekatkan diri dengan ABK tersebut, tapi dia justru memilih orang lain. Rasanya… sesuatu.

Berhati-hati dalam menceritakan, jangan sampai  terselip sombong di dalamnya. Ceritakan yang baik dan tetap menjaga sopan santun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s