A Dandelion (3)

Day 2

Pagi-pagi setelah bersih-bersih rumah dan membuka beberapa kardus, teman ibu, om Agus datang dan langsung melakukan inspeksi, hihi. Om Agus ini adalah salah satu vendor yang membangun jalan-jalan tol di Indonesia, jadi semua tentang konstruksi bangunan kurang lebih paham lah yaw, ditambah lagi rumah om Agus sendiri di blok C (rumahku blok B) dibangun berdasarkan instruksi beliau. Maka, saya sebagai anak magang (eh) pasrah saja pada sesepuh.

Bagian belakang rumah, di dekat dapur diberi saluran air serta ditinggikan beberapa cm untuk mesin cuci. Bagian samping diberi pagar tambahan, dan di bagian depan ditambahkan jalan untuk sepeda motor masuk, sehingga aku tidak kesusahan angkat-angkat sepeda motor. Belum lagi ditambah keinginan ibu untuk cat ulang beberapa bagian di rumah. Huft rasanya banyak sekali yang harus dikerjakan 😦

Rencananya, besok pagi tukang-tukang sudah mulai berdatangan untuk membereskan rumah, hari ini kami mau pergi dulu mencari furniture-furniture yang dibutuhkan, kemarin aku sudah membuat denah petak rumahnya. Waktunya berburu!

Pemberhentian pertama, Jl Ahmad Yani. Sepanjang jalan ini dipenuhi dengan toko-toko mebel, tentunya akan banyak option yang bisa kami pilih disini. Meskipun aku bukan tipe pemilih sih, asalkan sesuai kriteria dan memenuhi budget, angkut! Di toko pertama kami mencari kasur dan lemari, kriterianya Queen (agar muat sampe nanti menikah, hihi, tapi tidak menuh-menuhin kamar yang hanya 3,5×3,5 m) dan tanpa dipan. Dapat yang kualitas medium (lupa merknya) dengan harga Rp 3jt.

Furniture lainnya kami memilih untuk beli di informa, selain modelnya yang lucu-lucu, biayanya jadi lebih murah jika memiliki kartu kredit, karena bisa mendapatkan cicilan up to 2 tahun dengan bunga 0%.

Setelah capek berkeliling, kami makan sebentar, kemudian pulang dan menunggu barang-barang yang dipesan datang. Oh ya, untuk informa biasanya dikirim 3 hari setelah pembelian dan di instalasi 1 hari setelah dikirim.

What a long day, rumah sekarang sudah terang (habis beli lampu), lumayan bersih, tapi kami masih tidur di bawah karena belum beli sprei huehehe.

 

Bersambung ke “A Dandelion (4)”….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s