Life Curriculum

Sounds so serious isn’t it? Yaps, because life is serious, so I better be too. Dapet tantangan lagi dari Ibu Profesional untuk membuat kurikulum pembelajaran kami sendiri. Well, it kind of frustating tho to structured what I’ve to do, as I usually just live as it is… Never plan anything so serious. But then I think, why not to give it a try, if we want to be professional, we need to really understand what we are doing right? So we won’t make other people go to the wrong way just because we say so.

Okay, jadi disini  karena saya mengambil dua kurikulum pembelajaran, maka saya akan mulai dengan yang paling pertama dulu pranikah.

Setelah berbagai pengalaman yang dialami sendiri maupun mendengarkan cerita dari orang lain, saya menemukan bahwa terdapat 5 tahapan penting dalam pranikah.

  1. Profiling

Dalam tahapan ini, kami harus mengenal lebih dalam tentang diri sendiri, lingkungan serta masa lalu kita. Seiring berjalannya waktu, mulailah mencatat kelebihan diri sendiri, kekurangan, hal yang disukai, masa lalu yang ingin dihindari, trauma, dsb.

Jika dirasa terlalu berat untuk dilakukan sendiri, kita bisa meminta tolong kepada orang lain, seperti sahabat, orang tua, maupun psikolog untuk membantu kita mengisinya. Bisa juga dengan menggunakan alat assessment yang sudah disediakan, seperti talent mapping, 16 personality, dsb.

  1. Accepting

Setelah mengetahui dengan baik tentang diri kita, lingkungan dan masa lalu, sekarang saatnya untuk menerima segalanya. Nggak gampang dan butuh waktu lama, tapi jika tidak dimulai, maka hal ini tidak akan pernah selesai.

Again, jika dirasa terlalu berat, kita bisa minta bantuan professional kok.

  1. Communicating

Akan banyak hal yang harus dikomunikasikan dengan calon, keluarga, keluarga dari calon maupun keluarga besar. Kita harus belajar cara berkomunikasi efektif, sehingga bisa menyampaikan apa yang dimaksud dengan baik tanpa menyinggung siapapun.

Ini nggak gampang, apalagi tipe-tipe perempuan seperti saya yang biasa hidup sendiri, sehingga nggak terlalu  peduli dengan perasaan orang lain. Huft, hayati yeyah.

  1. Evaluating

Setelah dapat apa yang diinginkan serta menyusun tahapan untuk mencapainya, sekarang kita harus tahu nih, posisi kita ada dimana. Misal, keuangan kita (aku dan calon-yang masih dinanti) bagaimana, dari segi pendidikan ada yang ingin dipelajari bersama kah? Dan hal-hal lainnya.

  1. Team Building

Di tahap ini, kami melakukan projek bersama agar team jadi semakin solid. Ada yang prefer dilakukan setelah menikah, tapi bagi yang mau, bisa juga kok dilakukan saat sebelum menikah. Misalkan menulis buku bersama atau membuat bisnis bersama (untuk yang satu ini pembagian keuangannya harus jelas ya, karena belum sah kan, jadi bisa pisah kapan aja… orang yang udah sah juga masih bisa pisah).

 

Masing-masing tahapan tidak ada waktu yang pasti kapan harus dilakukannya, idealnya sih 2-3 bulan, sehingga betul-betul memahami diri sendiri dan juga pasangan.

 

Tadi itu bagian pranikahnya, sekarang kita masuk ke fashion bisnis. Sebenernya disini masih ngawang banget sih, soalnya baru 4 bulan terjun di area ini, kalau bayi berarti baru bisa bolak-balik tengkurep. Huhuuu.

 

Disini aku ga terlalu rinci kayak diatas ya, kurang lebihnya seperti ini:

  1. Team Building

Disini dilakukan di awal karena jika team saja belom terbentuk, jangan muluk-muluk mikir mencapai target deh.

Cara yang dilakukan bisa berbagai rupa, mulai dari ngobrol bareng, ngadain sesi diskusi, atau saling share mimpi masing-masing dengan bergabung dalam team ini.

  1. System Building

Dengan sistem yang kuat, kita nggak akan bergantung pada orangnya, jadi bisnis akan tetap berjalan meskipun ada karyawan/partner yang keluar.

  1. Marketing and Production

Dua hal ini yang menopang hidup suatu bisnis, makanya saya sangat concern dengan dua hal ini. Apalagi dijaman sekarang marketing sudah sangat banyak caranya, jadi kita harus bisa menentukan akan bermain di ceruk yang mana.

  1. Innovating

Ini tahap terakhir untuk mempertahakan keberadaan dan market share sebuah perusahaan. Di tahap ini butuh orang yang sangat kreatif serta bisa membaca tren ke depannya agar perusahaan bisa tetap hidup.

 

Masih rough banget ya, nanti deh di detailinnya. Untuk sekarang segitu dulu ya, lagi super duper banyak yang harus dikerjain. Hayati bingung. Huehehe.

 

See ya next Saturday.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s