Starting From Km 0

Dalam artikel “Ilmu dan Saya”, saya mendedikasikan diri saya untuk mempelajari perihal pranikah sembari menunggu sang pangeran datang. Selain ilmu pranikah, saat ini sendiri saya sedang menekuni bidang fashion melalui media Busana Eneska, baju keluarga/sarimbit custom untuk menunjukkan keunikan keluarga ayah dan bunda.

Sebagai perwujudan dari kesungguhan saya dalam mempelajari jurusan yang telah saya pilih di dalam universitas kehidupan ini, saya membuat checklist dari berbagai hal yang harus saya lakukan secara konsisten di “Menjadi Saya, Menjadi Istri dan Menjadi Ibu“. Meski semangat masih membara, namun prakteknya saya masih belum konsisten menjalankan apa yang saya tulis tersebut. Beberapa hari ini saya masih sibuk mengatur ritme bekerja serta belajar saya, sehingga seringkali saya justru melewatkan berbagai hal yang sudah saya tulis. Ah… Saya perlu mulai melakukan apa yang saya tulis tersebut mulai dari sekarang. Bismillah.

Yang paling seru tentu saja di artikel “Hai Calon Imam”, tolong itu lirikannya nggak usah penuh arti begitu, iya saya tahu saya jomblo. Memiliki misi hidup sebagai seorang “pembabat alas”, tentu bukan sesuatu yang mudah, namun saya yakin Allah telah memberikan tools yang saya butuhkan dalam menjalankan misi tersebut.

Di artikel kali ini, saya akan membahas lebih lanjut mengenai misi hidup. Selama ini saya sering diributkan dengan bidang apa yang harus saya tekuni, karena tergiur dengan ucapan berbagai orang sukses bahwa, “pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar.” Akhirnya saya sibuk mencari hobi apa yang sangat saya sukai hingga membawa saya menuju kesuksesan.

Namun ternyata, itu hanya menghabiskan waktu saya – yang tidak banyak – dan menjadi excuse bagi saya menolak berbagai hal yang hadir di depan saya karena “nggak gue banget.” Akhirnya, sejak saya tinggal di Singapura, saya berusaha untuk melakukan berbagai hal yang hadir di depan saya dengan sebaik-baiknya, siapa tahu dari situlah jalan hidup saya bermula. Dan saya pun masuk ke Shafira Corporation karena bertemu dengan foundernya yang ciamik, ibu Feny Mustafa, di detik-detik terakhir menjelang kelulusan.

Hampir dua tahun saya mengeksplorasi dunia kerja bersama Shafco, hingga akhirnya saya lulus pada Agustus 2016 lalu dan mulai membuka usaha saya sendiri di bidang baju keluarga. Awal mulanya cukup simpel, bisa dilihat di “Awal Mula Busana Eneska,” disitu saya menceritakan berbagai pertimbangan kenapa memilih bidang ini, meski awalnya saya sangat buta mengenai fashion.

Seiring berjalannya waktu, saya semakin meyakini bahwa apapun bidangnya, saya terlahir dengan peran sebagai seorang pembabat alas, yaitu mereka yang memasuki hal baru dan setting up the system. Dengan peran tersebut, apapun bidang yang saya masuki, saya harus sadar diri bahwa saya akan selalu mengalami masa-masa berat meraba dan mempelajari berbagai hal yang di luar jangkauan saya.

Setiap manusia hebat pasti berjalan dari KM 0, tidak ada kesuksesan yang tiba-tiba. Maka, saya perlu menentukan KM 0 saya, agar saya tahu kapan saya akan sampai ke tujuan. Menilik ke life plan saya sendiri, saya ingin sukses (dengan artian dapat melepas bisnis secara mandiri) di usia 25 tahun, 5 tahun kurang dari sekarang. Jika sebulan saya bekerja selama 25 hari, maka saya memiliki waktu kurang lebih 56 bulan lagi, atau 1.400 hari untuk menggapai mimpi saya. Jika menurut teori, seseorang bisa sukses setelah 10.000 jam, maka saya harus mendedikasikan waktu 7 jam setiap harinya agar bisa sukses di usia 25 tahun.

Karena ada 2 jurusan yang saya ambil, maka saya akan membaginya ke dalam 7 jam pranikah dan 4 jam desain dan textile.

KM 0 saya akan saya mulai pada Senin, 14 November 2016. Sepanjang KM 0 – KM 1 (1 tahun), saya akan mempelajari tentang: berbagai macam jenis kain, design, dan ilmu management. Dari sisi pranikah sendiri, saya akan menulis buku, serta menuntaskan ilmu komunikasi pranikah, bagaimana caranya saya berkomunikasi dengan suami, anak, saudara dari suami, keluarga dari suami, mertua, serta keluarga kita sendiri. Karena saya kelak akan menjadi representatif dari keluarga kandung saya dan juga keluarga kecil saya sendiri.

Bismillah, langkah-langkah awal memang tidak selalu mudah, namun jika bisa konsisten berjalan selangkah demi selangkah, insyaa Allah kita akan mencapai tujuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s