Ilmu dan Saya

“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”

Menuntut ilmu merupakan hak (saya lebih suka menyebut demikian, karena nature kita untuk menghindari kewajiban dan menuntut hak-hak kita hihi) bagi setiap manusia yang lahir di bumi ini. Tanpa pandang bulu, tanpa terkecuali. Seringkali kita mengkaitkan ilmu pada suatu tempat tertentu, seperti sekolah, tempat pengajian, dsb. Padahal, sejatinya kita bisa menuntut ilmu dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja, bahkan dari orang yang kita benci sekalipun. Saking banyaknya sumber ilmu di dunia ini, sehingga seringkali kita bingung akan apa yang mau difokuskan.

 

Saya sendiri sangat menyukai dunia pernikahan baik dari persiapannya, hari H, hingga setelahnya. Karena saya merasa ada banyak hal yang bisa dipelajari berkaitan dengan hal ini. Mungkin juga karena saya sendiri masih terus mempersiapkan diri menuju hari istimewa tersebut, sehingga saya menjadi lebih fokus mempelajari ilmu-ilmunya. Yang pasti, alasan terkuat saya untuk terus belajar untuk kelak menjadi makmum terbaik bagi imam saya serta ibu terbaik bagi malaikat-malaikat kecil semata karena saya tidak ingin menyesal karena telah menelantarkan amanah yang diberikan oleh Allah SWT. Ketika Allah gerakkan hati seseorang untuk datang mengetuk pintu rumah saya dan melamar saya, saya yakin bahwa Allah percaya saya akan menjadi pendamping terbaik bagi seseorang itu. Ketika Allah tiupkan ruh pada mahluk kecil di rahim saya, saya yakin bahwa Allah percaya saya mampu menjadi ibu terbaik bagi bayi-bayi kecil tersebut.

 

Untuk mendapatkan kepercayaan tersebut tidaklah semudah membalik tangan, karena sangatlah berbahaya ketika sebuah tanggung jawab diberikan dalam keadaan tidak siap. Tentulah banyak hal yang harus saya persiapkan dimulai dari hari ini, akan ada biaya yang WAJIB disisihkan untuk menuntut ilmu, akan ada waktu dan tenaga yang dikorbankan. Sayangnya, semangat pasti akan naik dan turun seiring berjalannya waktu, untuk itulah saya membentuk komunitas The Bright Bride, wadah bagi calon para mempelai wanita untuk saling sharing dan menuntut ilmu bersama. Dari kelompok inilah diharapkan lahir calon-calon ibu yang siap untuk mendidik generasi-generasi penerus bangsa.

 

Ilmu tidak akan datang pada ia yang menolaknya (meski secara tidak sadar), maka dari itu saya harus terus memperbaiki adab dalam menuntut ilmu. Satu hal jelek saya adalah ketidak mampuan untuk mendengarkan dan menganggap enteng suatu ilmu yang sedang disampaikan (seringkali malah fokus ke hal-hal yang OOT). Karena itu, mulai dari sekarang saya akan mencoba untuk mendengarkan dan menerima dulu semua hal yang disampaikan dalam forum ilmu, baru saya saring kemudian. Membuka rasa ingin tahu sebesar-besarnya, agar lebih banyak lagi ilmu yang bisa diserap.

Terus belajar, terus semangat. The Bright Bride, be the right bride

 

Bandung, 22 Oktober 2016

Tugas dari kelas Matrikulasi IIP Batch 2

Advertisements

4 thoughts on “Ilmu dan Saya

Leave a Reply to eneskusuma Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s